Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy,dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Baca juga http://healthinoutside.blogspot.com/2016/11/cara-ampuh-menurunkan-berat-badan.html
Rektor Institut Teknologi Bandung Akhmaloka menyatakan Indonesia jangan menjadi konsumen pasif yang hanya mengikuti perkembangan teknologi informasi (TI).Dalam sambutannya pada acara seminar “Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Indonesia 2012″ di Aula Barat, ITB, Rabu, Akhmaloka mengatakan Indonesia juga harus turut serta menentukan arah perkembangan TI yang semakin pesat. “Jangan cuma setiap bulan ganti-ganti ‘handphone’, tapi harus berpartisipasi untuk mengarahkan perkembangan teknologi itu,” ujarnya.
Apabila Indonesia hanya menjadi konsumen pasif, lanjut dia, maka akan terombang-ambing dalam perkembangan TI yang semakin maju dan akhirnya tidak bisa mengambil manfaat dari perkembangan teknologi tersebut. “Jangan sampai cuma mengonsumsi teknologi sehingga hanya dibingungkan saja,” katanya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam sambutan peresmian seminar menyampaikan harapannya agar perguruan tinggi seperti ITB dan juga universitas lainnya dapat berkembang menjadi lembaga riset yang menghasilkan produk berteknologi tinggi.
Terus bagaimana peran pelajar/mahasiswa terhadap perkembangan IT di Indonesia?
Perkembangan IT di Indonesia semakin hari semakin maju dan canggih, tetapi dalam proses perkembangannya tersebut terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh orang-orang IT. Dengan teknologi informasi yang secara nyata dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Bidang Teknologi Informasi atau bisnis lain yang didukung penerapan Teknologi Informasi untuk saat ini dan dimasa yang akan datang tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah, karena bersifatnya strategis bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Dua aspek penting dalam pengembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur dan Sumberdaya Manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, sebenarnya masih banyak aspek lain seperti pendidikan, finansial dan sebagainya. Namun, lemahnya infrastruktur dan langkanya Sumberdaya Manusia professional dalam bidang ini merupakan penyebab lambatnya perkembangan dan bisnis Teknologi Informasi di Indonesia.
Berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam mempermudah dan lebih meningkatkan IT yang ada sekarang. Beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu;
Menghasilkan berbagai produk-produk teknologi informasi, terutama perangkat lunak, sebagai produk industri dalam negeri Indonesia
Memanfaatkan TI untuk dapat memecahkan berbagai persoalan stratejik negara Indonesia ini
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM professional dengan berkemampuan baik dalam bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang professional, infrastruktur yang baik yang sesuai merupakan syarat mutlak untuk mencapai tingkat keberhasilan dan kesuksesan di masa yang akan datang.
Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :
Bidang pendidikan(e-education).
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning‿. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga‿ dan kompetitif.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
- Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.
- Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan
- Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
- Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
(2) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
(3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
(4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.
Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Perbandingan Kompetensi Profesi IT di Negara Maju dangan di Indonesia
Sebuah Kompetensi tentunya selalu ada dalam berbagai bidang profesi, khususnya profesi di bidang Teknologi Informasi, pada saat ini teknologi informasi sangat cepat berkembang sangat cepat, maka sangat masuk akal apabila profesi IT sudah bisa disejajarkan dengan profesi-profesi vital seperti bidang kesehatan maupun bidang managemen organisasi, bahkan bisa menjadi induk dari semua bidang yang ada saat ini.
Di Negara-negara yang maju seperti Amerika, Inggris, dan Jepang. Teknologi informasi sudah menjadi teknologi yang menjadi fenomena, banyak bermunculan perusahaan yang berbasis teknologi komputer, perkembangan produk yang mereka jual pun sangat beragam mulai dari software development, teknologi hardware. Mereka tumbuh dengan sangat cepat.
Hasil dari perkembangan tersebut yaitu kebutuhan untuk tenaga profesional IT menjadi mengalami kenaikan yang pesat, dari situ penulis akan mencoba mencari dan menganalisa perkerjaan-pekerjaan IT di 3 negara berkembang melalui referensi lewat website-website lowongan kerja, yaitu :
1. http://www.careers4a.com/ Website Lowongan kerja di Inggris
2. http://www.careerjet.com/ Website Lowongan kerja di Amerika
3. http://www.daijob.com/ Website Lowongan kerja di Jepang
Ternyata lebih banyak dan lebih beragam,di Indonesia sendiri lowongan profesi IT tidak lah sebanyak dan sedetail seperti di luar negri, di Jepang contohnya, beberapa software house memang mewajibkan seorang profesional mempunyai banyak kemampuan penguasaan bahasa, pada umumnya ada 4 kualifikasi yang harus dimiliki.
Sama saja kan dengan di Indonesia, dari situ sebenarnya kitapun sudah bisa menjajal untuk berkerja diluarnegri, disini penulis dapat mengambil kesimpulan pada dasarnya apabila kita mempunyai kemampuan koding yang baik, kemampuan mambangun RDBMS atau penguasaan bahasa database, seluk beluk sistem operasi sudah dimikiki oleh setiap profesional di bidang IT Indonesia, maka kita sudah siap dan sejajar dengan negara maju. Berita baik untuk semua mahasiswa IT di Indonesia bukan, karena secara skill kemampuan yang sudah kita dapat sudah dapat memenuhi standar kemampuan profesi IT di negara-negara maju.
Namun sayangnya menurut seorang peneliti Romi satria wahono (RomiSatriaWahono.Net), sistem pendidikan ilmu komputer di Indonesia masih belum konsisten, dikarenakan semua jurusan masih ditumpuk menjadi satu dalam wadah yang namanya Teknik Informatika, sedangkan menurut IEEE Computing Curricula 2005 menyebutkan bahwa kurikulum seharusnya ada bermacam-macam.
Dari sini bisa terlihat bahwa kompetensi kerja profesi IT di Indonesia masih dibawah standar di luarnegri sana. Karena calon-calon tenaga siap kerja yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Indonesia hanya masih mendapatkan teori-teori dari berbagai bidang IT semuanya, dicampur-campur, tidak jelas tujuannya, jadi mahasiswa tidak mendapatkan porsi yang cukup dan tujuan yang jelas terhadap kemampuan IT mereka, hal ini memang benar-benar penulis rasakan.
Maka dari itu sudah seharusnya jika mahasiswa Indonesia harus lebih kreatif dalam mencari ilmu komputer seperti dengan membentuk kelompok belajar sendiri atau belajar melalui situs dari luar negri, setidaknya mereka sudah memenuhi kemampuan standar Profesi IT yang sesungguhnya, agar profesional bidang IT indonesia bisa ikut memeriahkan dinamika perkembangan Profesi IT yang ada di negara-negara maju. Maju terus Pemuda-Pemudi Indonesia!


0 comments
Post a Comment